Pengajian rutin bapak-bapak Jamaah Masjid Al-Fauzien setiap Kamis malam ba’da Isya kali ini bertempat di kediaman Bapak Ramsis blok R/17.
(more…)
1. Mengetahui bahwa Allah SWT itu ada, dan percaya bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah SWT, tapi tidak melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. (mis: Shalat tepat waktu)
2. Membaca Al-Qur’an tapi tidak mengamalkannya.
3. Mengaku mencintai Rasul SAW tapi meninggalkan sunnah-sunahnya.
(more…)
Kajian Islam setiap Ahad pagi ba’da Shubuh di Masjid Al-Fauzien kali ini agak berbeda. Ustadz Abdul Syukur dari Majlis Az Zikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham yang membawakan kajian, menyelingi kajiannya dengan dzikir, sehingga suasana dan perasaan jamaah menjadi sangat-sangat khidmat mengingat kebesaran Allah SWT.
Ini beberapa foto yang bisa diambil:
(more…)
Rekaman still video Dzikir Akbar Arifin Ilham (8 seri)
(more…)
Ada hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani, Abu Na’im dan Ibnu Abdilbar sebagai berikut:
”Bersabda Rasulullah SAW, apabila aku didatangi oleh suatu hari, dan aku tidak bertambah ilmuku pada hari itu yang dapat mendekatkan diriku kepada Allah ’azza wa jalla, maka tidak ada keberkahan untukku dalam terbitnya matahari pada hari itu”
Hadis ini menunjukkan kepada kita bahwa Rasulullah SAW mengkaitkan antara keberkahan waktu dengan ilmu. Hari yang berlalu tanpa ada penambahan ilmu pada hari itu dianggap sebagai tidak membawa keberkahan.
Qalallahu ta’ala fil quranil ’azhiim:
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah; 09 : 18)
Salah satu dari kebiasaan Rasulullah SAW yang sangat pantas kita tiru adalah bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat. Hal ini terungkap dari dua hadis berikut ini:
”Dari Aisyah ra, ia berkata: ”Rasulullah SAW biasa berbincang bincang dengan kami dan kamipun berbincang bincang denganbeliau. Tetapi apabila datang waktu shalat, seakan akan beliau tidak mengenal kami dan kami pun tidak mengenali beliau” (HR Al-Azdi dalam kitabnya Adh-Dhu’afa’. Al Iraqi mengatakan hadis ini mursal).
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min, 40:60)
Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bagaimanakah cara kita untuk mengendalikan emosi kita, kadang saya sadar dan mampu untuk sabar, tapi saat lain saya kurang mampu untuk menahan marah. Mohon bantuannya, terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum wr wb.
Yudisud
(more…)
Dalam suarat Ali Imran:51, dijelaskan bahwa jalan lurus adalah menyembah Allah, artinya jika menyembah selain Allah maka ia berada pada jalan yang sesat. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus”. Ditegaskan lagi dalam surat yang sama:101: “Dan barang siapa yang berpegang teguh dengan (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.