Kebiasaan Baik dan Buruk



“Barangsiapa dalam Islam melakukan kebiasan baik, maka tercatat baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka yang mengikutinya. Barangsiapa dalam Islam melakukan kebiasaan buruk, maka tercatat baginya dosa dan dosa orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim, No. 1017, At Tirmidzi No. 2675, An Nasa’i No. 2554, Ibnu Majah No. 203)

Ilmu dalam Perspektif Islam



Diambil dari: http://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/198
Ditulis oleh: Farid Nu’man Hasan

Mukadimah

Islam itu beda dan istimewa dibanding yang lain. Banyak hal untuk menunjukkan hal itu, salah satunya adalah sikap Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan para ilmuwan, baik ilmu-ilmu agama maupun dunia. Keduanya (ilmu dan ilmuwan) mendapatkan posisi tinggi dan penting dalam Islam, yang tidak diraih oleh lainnya.

Bagaimana tidak? Al Quran dan As Sunnah, sebagai referensi tertinggi umat Islam, telah menegaskan hal itu. Lalu, ditunjukkan pula dengan sikap para sahabat nabi, para tabi’in (murid-murid sahabat nabi), hingga zaman keemasan Islam. Maka, sudah semestinya bagi umat Islam masa kini, mengembalikan supremasi yang sudah hilang, yang diawali pemahaman yang benar terhadap posisi ilmu dan ilmuwan. Merenungi dan tidak menganggapnya ini sebagai utopia (mimpi) semata. Sebab mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini, khayalan hari ini adalah kenyataan hari esok.
(more…)

Meraih Manisnya Syukur, Menggapai Indahnya Sabar

Meraih Manisnya Syukur, Menggapai Indahnya Sabar

Diambil dari: http://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/187
Ditulis oleh: Farid Nu’man hasan

Secara global kehidupan semua manusia adalah sama, mereka hanya akan melewati dua sisi hidup yang Allah Ta’ala pasangkan; bahagia dan bencana, mudah dan sulit, suka dan duka. Kita pun sudah, sedang, dan akan terus merasakan keduanya silih berganti. Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar, kadang posisi kita di atas dan kadang di bawah, semua akan mendapatkan gilirannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia ..” (QS. Ali Imran (3): 140)

Demikianlah hidup kita. Namun, tidak sedikit manusia yang tidak terima kenyataan ini. Keinginan mereka adalah semua hari adalah bahagia, semua cuaca adalah cerah, semua tanah adalah subur, semua air adalah jernih. Tidak demikian. Manusia semacam ini akan terombang ambing oleh impian dan dipenjara oleh fatamorgana yang hanya dapat berubah jika mereka mau menerima kenyataan hidup dan siap mengarunginya.
(more…)

Setetes Air



Nikmat dunia itu sedikit ibarat setetes air, sedang nikmat akhirat ibarat air sedalam dan seluas samudera. Dunia yang hanya setetes air itu dibagi untuk semua manusia. Waktu, tenaga, pikiran terbaik digunakan untuk meraih yang hanya setetes itu. Namun akhirat, yang nikmatnya seperti air sedalam dan seluas samudera sering kita lupakan. Sibuk dan lelah karena meraih setetes air menjadikan malas dan lalai meraih air sedalam dan seluas samudera. Saar ini akhirat itu ghaib, yakin kepada ghaib itu adalah jalan keluarnya. Mari kita raih air sedalam dan seluas samudera itu dengan sungguh-sungguh.