Al-Quran Telah Menyebutkan 22 Sifat Buruk Bangsa Yahudi



Dalam Al-Quran sedikitnya disebutkan 22 sifat buruk bangsa Yahudi, yakni:

1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
6. Menyembunyikan bukti kebenaran (Al-Baqarah:76,101,120,146; Ali Imron:71)
7. Hanya menerima perkara-perkara atau kebenaran yang dapat memenuhi cita rasa atau nafsu mereka (Al-Baqarah:87,101,120,146; Al-Maidah:41)
8. Ingkar dan tidak dapat menerima keterangan dan kebenaran AlQuran (Al-Baqarah:91,99; Ali Imron:70)
9. Memekakkan telinga kepada seruan kebenaran, membisukan diri untuk mengucapkan perkara yang benar, membutakan mata terhadap bukti kebenaran dan tidak menggunakan akal untuk menimbangkan kebenaran (Al-Baqarah:171)
10. Mencampuradukkan yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil (Ali Imran:71)
11. Berpura-pura mendukung orang Islam tetapi apabila ada di belakang orang-orang Islam, mereka mengutuk dengan sekeras-kerasnya (Al-Baqarah:76; Ali Imran:72,119)
12. Hati meraka sudah tertutup akan Islam karena dilaknat oleh Allah SWT yang disebabkan oleh kekufuran mereka sendiri (Al-Baqarah:88,120,145,146)
13. Kuat berpegang pada rasa kebangsaan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang istimewa yang dipilih oleh Tuhan dan menyakini agama yang selain daripada Yahudi adalah salah (Al-Baqarah:94,111,113,120,135,145; Al-Maidah:18)
14. Tidak akan ada kebaikan untuk seluruh manusia jika mereka memimpin (An-Nisa:53)
15. Tidak suka, dengki, iri hati terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:90,105,109,120)
16. Mencintai kemewahan dan kehidupan dunia, bersifat tamak dan rakus, menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian (Al-Baqarah:90,95,96,212)
17. Berkata bohong, mengingkari janji dan melampaui batas (Al-Baqarah:100,246,249 Ali Imran:183,184; An-Nisa:46)
18. Berlindung di balik mulut yang manis dan perkataan yang baik (Al-Baqarah:204,246; Ali Imron:72; An-Nisa:46)
19. Mengada-ada perkara-perkara dusta dan suka kepada perkara-perkara dusta (Ali Imran:24,94,183,184; Al-Maidah:41)
20. Berlaku sombong dan memandang rendah terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:206,212,247)
21. Tidak amanah dan memakan hak orang lain dengan cara yang salah (Ali Imran:75,76; At-Taubah:34)
22. Selalu melakukan kerusakan dan menganjurkan peperangan (Ali Imran:64)

*) Diambil dari http://www.strov.co.cc/2010/06/alquran-abadikan-22-sifat-bangsa-israel.html

Ilmu dalam Perspektif Islam



Diambil dari: http://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/198
Ditulis oleh: Farid Nu’man Hasan

Mukadimah

Islam itu beda dan istimewa dibanding yang lain. Banyak hal untuk menunjukkan hal itu, salah satunya adalah sikap Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan para ilmuwan, baik ilmu-ilmu agama maupun dunia. Keduanya (ilmu dan ilmuwan) mendapatkan posisi tinggi dan penting dalam Islam, yang tidak diraih oleh lainnya.

Bagaimana tidak? Al Quran dan As Sunnah, sebagai referensi tertinggi umat Islam, telah menegaskan hal itu. Lalu, ditunjukkan pula dengan sikap para sahabat nabi, para tabi’in (murid-murid sahabat nabi), hingga zaman keemasan Islam. Maka, sudah semestinya bagi umat Islam masa kini, mengembalikan supremasi yang sudah hilang, yang diawali pemahaman yang benar terhadap posisi ilmu dan ilmuwan. Merenungi dan tidak menganggapnya ini sebagai utopia (mimpi) semata. Sebab mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini, khayalan hari ini adalah kenyataan hari esok.
(more…)

Meraih Manisnya Syukur, Menggapai Indahnya Sabar

Meraih Manisnya Syukur, Menggapai Indahnya Sabar

Diambil dari: http://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/187
Ditulis oleh: Farid Nu’man hasan

Secara global kehidupan semua manusia adalah sama, mereka hanya akan melewati dua sisi hidup yang Allah Ta’ala pasangkan; bahagia dan bencana, mudah dan sulit, suka dan duka. Kita pun sudah, sedang, dan akan terus merasakan keduanya silih berganti. Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar, kadang posisi kita di atas dan kadang di bawah, semua akan mendapatkan gilirannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia ..” (QS. Ali Imran (3): 140)

Demikianlah hidup kita. Namun, tidak sedikit manusia yang tidak terima kenyataan ini. Keinginan mereka adalah semua hari adalah bahagia, semua cuaca adalah cerah, semua tanah adalah subur, semua air adalah jernih. Tidak demikian. Manusia semacam ini akan terombang ambing oleh impian dan dipenjara oleh fatamorgana yang hanya dapat berubah jika mereka mau menerima kenyataan hidup dan siap mengarunginya.
(more…)

Mengajak Bukan Memvonis



Diambil dari: http://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/42
Oleh: Farid Nu’man

Mukadimah

Ada seorang bertanya kepada ulama, “Adakah sihir yang dibolehkan?”, jawab ulama itu, “ Ada , yaitu senyummu kepada saudaramu.”

Diriwayatkan tentang Imam Sufyan ats Tsauri, bahwa dia amat sering menangis di tengah malam dalam sujud panjangnya dan dikegelapan kamarnya. Namun ia amat murah senyum di siang harinya ketika berinteraksi dengan manusia. Hatinya lembut kepada manusia, sehingga mereka mencintainya, mendengarkan petuahnya, dan menunggu nasihatnya. Itulah balasan yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan untuknya, lantaran sikapnya yang mempesona di mata manusia.

Imam Aun menceritakan tentang gurunya, yaitu Imam Muhammad bin Sirrin radhiallahu ‘anhu, bahwa ia adalah orang yang amat keras dan ketat terhadap dirinya sendiri, namun begitu fleksibel dan banyak memberikan kemudahan kepada orang lain. Begitu pula Imam Muzani (murid Imam Syafi’i), ia disifati manusia sebagai, “Seorang yang sangat mempersempit dirinya sendiri dalam kewara’an, sedangkan terhadap orang lain ia memberikan kelonggaran yang seluas-luasnya.”
(more…)

Mengakui Kekurangan Diri



Diambil dari http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/03/12/106565-mengakui-kekurangan-diri

Oleh Fauzi Bahreisy

Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. Inilah sifat yang melekat pada iblis. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya.

Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain; keengganan melakukan introspeksi (muhasabah); serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri.

Padahal, kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu); mau menyadari dan mengakui kekurangan diri; melakukan introspeksi; serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul.
(more…)

Pengaruh Sujud Dalam Shalat

Pengaruh Sujud Dalam Shalat

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam ayatNya : “Fasjud waqtarib”, maka hendaklah kamu bersujud dan mendekatkan diri (kepadaNya).

Ternyata seringnya kita sujud dalam keseharian kita dapat mengurangi bahaya akibat pengaruh tegangan listrik yang panas setiap detik, setiap saat tanpa kita sadari kita serap kedalam tubuh kita.

Kita berkomunikasi via HP, telpon, televise, computer, lap top, lampu, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tenaga listrik tersebut.

Seperti kita ketahui, terlalu banyak berinteraksi dengan alat-alat listrik tersebut, tanpa kita sadari bisa merusak/menyakiti sebahagian kekuatan anggota tubuh kita. Kita akan bisa sering merasa malasan, pusing, dada sesak, dan sebagainya.
(more…)

Beranikah Anda Membakar Kapal Anda?

Beranikah Anda Membakar Kapal Anda?

*) oleh Muhaimin Iqbal, www.geraidinar.com

Dalam sejarah Islam ada panglima perang yang memiliki strategi luar biasa, benar-benar luar biasa karena tidak pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Panglima perang tersebut adalah Thariq bin Ziyad yang pada tahun 97 H (sekitar tahun 711 Masehi) memimpin 7,000 pasukan Islam memasuki Spanyol yang dijaga oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja Roderick.

Untuk menyemangati pasukannya agar tidak gentar melawan musuh yang memiliki kekuatan jauh lebih besar, dan agar tidak ada satupun dari pasukaannya yang berpikir untuk ambil langkah mundur – apa yang di lakukan Thariq? Dia membakar seluruh kapal-kapal yang dipakai pasukannya untuk mencapai pantai tenggara spanyol. Ketika pasukannya bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan sang panglima ini, Thariq menjawabnya dengan pidato yang terkenal sbb:
(more…)

”Smart Healing” (Kajian Kedokteran Nabi)



Oleh dr. Mohammad Ali Toha Assegaf
(Ahli Herbal, Penemu Metode Smart Healing, Pengkaji Kedokteran Nabi)

http://www.smart-healing.com/

Diambil dari Ta’lim Bulanan Masjid Raya Cinere, rutin setiap Rabu di Pekan ke III Ba’da sholat maghrib s/d isya’ berjamaah

Konsep Smart Healing

Kunci hidup sehat cara mudah didahului dengan penyerahan diri secara total kepada Allah dan pengakuan atas kerasulan Muhammad SAW keduanya adalah ISLAM. Kemudian dilanjutkan keyakinan atas peran sentral Allah sebagai Sang maha Penentu/IMAN, lalu agar kita mampu membangun spiritualitas secara cepat, hendaknya kita meyakini bahwa Allah selalu menyaksikan kita, dan para malaikat mencatat semua perbuatan kita, dan inilah landasan ketiga yaitu IHSAN.
(more…)

Wudhu dalam Shalat

Wudhu dalam Shalat

Dikirim oleh Muhammad Asrori melalui jamaah.mailinglist@al-fauzien.web.id

Wudhu lebih lebih dari merupakan bermakna syarat.

Setiap dari kita akan melaksanakan shalat pasti berwudlu terlebih dahulu, akan tetapi pada banyak kesempatan seseorang hanya ingin mewujudkan syarat ibadah saja, dan ini tidak mengapa (diperbolehkan) dan tujuan pun akan dicapainya. Akan tetapi ada sesuatu yang lebih tinggi dan penting dari hal itu:
(more…)

42 Hadits tentang Akhir Zaman



Dipetik dari buku yang telah di susun oleh Abu Ali Al Banjari An Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam) untuk renungan kita bersama. Insya‘Allah dengan berkat keinsafan kita, dapat kita mengambil iktibar dengan kejadian
masa kini, mudah-mudahan ia membawa petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa.

Download selengkapnya disini.

« Previous Entries